Showing posts with label merchandise. Show all posts
Showing posts with label merchandise. Show all posts

Tuesday, June 7, 2016

Apa Saja Merchandise Yang Biasa Digunakan?

Ada bermacam-macam merchandise yang sering digunakan dalam kegiatan promosi perusahaan. Sebut saja gelas, pulpen, bros/pin, bags, kaos, dll. Sering sekali merchandise tersebut dibagikan sebagai kenang-kenangan dan sebagai hadiah untuk pembelian tertentu.


Radja Tisu: Macam- macam contoh merchandise



Akan tetapi, merchandise tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Kita akan bahas bermacam-macam merchandise tersebut serta kita bandingkan dengan Pocket Ads. Harga-harga yang ditampilkan dibawah merupakan hasil pencarian google image secara random, merupakan harga yang beredar di pasaran (kami tidak mengenal dan tidak berafiliasi dengan penjual merchandise tersebut, gambar yang kami tampilkan hanyalah gambaran mengenai harga.) 


Radja Tisu: Merchandise Pin/Bross

Mari kita mulai dengan Pin/bross. Sebagai merchandise, pin ini cukup menarik. Ukuran nya yang kecil sehingga mudah dibawa-bawa. Visibilitiy nya dari kejauhan pun bergantung dari design. Akan tetapi, ukuran nya yang agak kecil ini, membuat pin lebih cocok sebagai branding merchandise saja, kita tidak bisa “mengisi” area cetak yang kecil tersebut dengan pesan promosi yang complex. Kemudian, berapa sering orang menggunakan pin bross ini kemana-mana? Sepertinya sangat jarang, sehingga tentunya usability dari pin ini tidak terlalu tinggi. Biasanya pin dibagikan saat acara tertentu, kemudian setelah acara selesai pin ini tidak digunakan lagi.


Radja Tisu: Merchandise Pulpen


Berikutnya, merchandise yang sangat populer adalah pulpen. Ongkos pembuatan pulpen ini juga bervariasi dari segi harga dan pengemasan. Pulpen ini bisa dibuat dari yang harga murah, sampai kepada tipe merchandise eksklusif yang berikut dengan kotak yang premium dan tentunya tidak murah. Seringkali merchandise pulpen yang mahal ini digunakan/diberikan sebagai penghargaan kepada pelanggan VIP yang telah banyak membeli produk perusahaan. Memang, pulpen ini dari sisi usability cukup tinggi karena akan dapat terus digunakan. Akan tetapi karena ukuran nya yang kecil dan area cetak yang sangat terbatas, kita tidak dapat “menuliskan” banyak pesan. Sehingga, kembali lagi penggunaan pulpen ini hanya sebatas branding merchandise saja.


Radja Tisu: Merchandise Magnet Kulkas


Merchandise lain yang cukup terjangkau ialah magnet kulkas. Magnet kulkas ini pun terdapat bermacam-macam bentuk dan bahan. Dari yang menggunakan bahan karton art, hingga bahan plastik vinil dengan potongan yang beragam. Walaupun magnet kulkas ini akan disimpan untuk waktu yang cukup lama (tergantung dari bahan yang dipakai, dan tergantung dari seberapa unik design nya), tetapi magnet kulkas kebanyakan berukuran kecil sehingga print area pun sangat terbatas. Biasanya hanya berupa 1 gambar, dengan logo dan kontak berupa website atau no telpon di bagian bawah.


Radja Tisu: Merchandise Gantungan Kunci


Gantungan kunci juga dapat menjadi pilihan alternatif lain untuk merchandise dengan harga yang cukup murah. Akan tetapi, permasalahan yang sama seperti magnet kulkas, yaitu ukuran yang kecil sehingga print area sangatlah terbatas. Karena itu, kebanyakan di gantungan kunci hanya berisi logo perusahaan saja.


Radja Tisu: Merchandise Kaos



Merchandise lain yang cukup populer ialah kaos dan payung. Akan tetapi dari sisi harga kedua nya cukup mahal, sehinggga quantity yang dibuat pun biasanya tidak terlalu banyak. Kemudian, biasanya kaos dan payung ini juga lebih berisikan logo perusahaan saja atau menggambarkan event tertentu. Walapun ukuran nya cukup besar, jarang sekali dituliskan pesan promosi untuk kedua jenis merchandise ini, karena tidak jika terlalu banyak “pesan sponsor” usability nya akan turun. 

Radja Tisu: Merchandise Payung
 Sehingga disarankan untuk kedua merchandise ini, keep it simple and classy untuk meningkatkan kesempatan kedua merchandise ini digunakan lebih sering. Namun, dari sisi pesan untuk promosi, kedua merchandise ini juga cukup limited.


Radja Tisu: Merchandise Payung

Mug, gelas dan barang pecah belah lain seperti piring, mangkok, dl juga cukup sering digunakan sebagai merchandise. Ukuran nya memang lebih besar dari pulpen, gantungan kunci maupun magnet kulkas tetapi kebanyakan kedua merchandise ini hanya digunakan untuk branding merchandise saja. Jarang sekali pesan promosi dituliskan di merchandise ini. Dari sisi harga pun bervariasi dari jenis yang murah hingga bahan dan design yang lebih premium, pastinya mug ini pun termasuk merchandise yang lumayan mahal sehingga biasanya tidak dicetak dalam kuantitas banyak. Dari sisi usability mungkin merchandise ini dapat disimpan dan digunakan lebih lama, tetapi seringkali hanya terbatas digunakan dirumah saja.




Jadi itulah bermacam-macam merchandise yang sering digunakan. Namun kebanyakan dari merchandise tersebut memiliki banyak kekurangan. Karena itu, kini ada merchandise lebih baik, Pocket ads. Pocket ads/ tisu iklan ini sangat cocok untuk digunakan sebagai merchandise. Harganya sangat terjangkau, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mencetak dalam jumlah lebih banyak. Ukuran nya yang compact, sehingga sangat cocok untuk dibawa-bawa, dan disimpan dalam tas dan saku, apalagi tisu sudah menjadi salah satu alat kebersihan yang digunakan sehari-hari, sehingga biasanya akan disimpan oleh penerima. 

 

Walaupun ukuran yang lebih kecil dari tas dan kaos, tetapi Pocket ads ini memiliki 4 panel untuk cetak, sehingga pocket ads ini seringkali digunakan sebagai alat promosi untuk pengganti brosur.




Hanya 4% brosur yang dibagikan akan disimpan oleh penerima nya. Sehingga ini adalah salah satu tools marketing yang sangat tidak efficient. Setiap Rp 1 juta budget yang digunakan untuk mencetak brosur, Rp 960 rb adalah waste yang akan dibuang ke tong sampah. Sehingga jika dihitung dari sisi efisiensi, brosur sebenarnya sangatlah mahal. Dibandingkan dengan 84% lebih orang yang akan menyimpan pocket ads, tentunya secara matematis, pocket ads lebih ekonomis. Untuk keterangan lebih lanjut bisa dibuka di website kami di www.radjatisu.com







Tuesday, April 26, 2016

The Law of Shitty Click-Throughs


Radja Tisu: The Law of Shitty Click Throughs

The Law of Shitty Click-Throughs
Kali ini ada sedikit informasi dunia marketing yang cukup menarik. The law of Shitty Click-Throughs adalah sebuah istilah di dunia marketing, yang sebenarnya diambil dari istilah dalam Online Marketing. Tapi konsep nya terjadi di semua bidang Marketing. Setelah mengetahui mengenai hukum Marketing ini, maka Anda akan dapat menghemat budget marketing, untuk hal yang lebih bermanfaat.

Jadi apa sih artinya The Law of Shitty Click-Throughs. Law artinya ialah asas. Sedangkan click throughs adalah istilah di bidang Online Marketing yang artinya saat anda meng klik sebuah gambar atw link iklan dalam suatu lama situs internet, link tersebut akan membawa kita ke laman baru. Nah kata shitty sendiri berkonotasi buruk, yang lebih cocok di artikan bobrok. Jadi bisa dibilang istilah The Law of Shitty Click-Throughs artinya ialah asas tentang klik link yang bobrok.

Radja Tisu: Contoh Page Banner

Jadi ternyata dahulu kala saat situs - situs internet baru menemukan inovasi Page Banner (Page banner adalah istilah untuk iklan gambar yang cukup lebar, selebar laman situs, biasanya berada di atas), iklan iklan di page banner itu sangatlah efektif. Efektivitas nya bahkan mencapai 80% lebih. Sehingga Page banner menjadi sebuah channel iklan yang sangat populer di masa itu.

Akan tetapi, seiring berjalan nya waktu, The Law of Shitty Click-Throughs mulai berlaku. Dengan semakin populer nya Page banner, semakin banyak pula yang menggunakan nya untuk ber promosi, maka semakin berkurang lah efektivitas nya. Hingga kini mungkin efektivitas Page banner hanya dibawah 3% saja. Bahkan seringkali kita merasa terganggu dengan Page banner tersebut.



Jadi seiring berjalannya waktu, semua channel marketing akan mengalami saturasi. Dimana sudah terlalu banyak yang menggunakan, sehingga menjadi jenuh bahkan diabaikan oleh calon customer kita. Strategi marketing yang pada suatu saat sangat efektif dan populer, akan menarik competitor ikut menggunakan strategi yang sama, sehingga terlalu ramai, dan diperlukan budget lebih besar, tetapi channel tersebut menjadi semakin tidak efektif.

Bagaimana mengatasi hal ini? Nah marketer dituntut untuk selalu berinovasi mencari next channel yang masih fresh, jarang digunakan dan tentunya masih dapat menarik minat dan perhatian dari target market yang dituju.


Radja Tisu: 96% brosur dan flyer akan dibuang percuma


Tahukah Anda, kalau tradisional print ads seperti brosur pun mengalami The Shitty Click-Throughs law? Sehingga saat ini menjadi sangat tidak efektif dan dibutuhkan budget sangat besar untuk ber promosi menggunakan brosur.

Tahukah anda hanya 4 dari 100 org penerima akan menyimpan brosur yang anda cetak? Artinya 96 sisanya akan dibuang sia2. Bahkan kebanyakan dari 96 penerima brosur itu tidak senang menerima brosur Anda? Merasa Anda sangat tidak kreatif? Bahkan muak menerima brosur Anda?




Kini ada solusi nya bernama Pocket Ads. Pocket Ads adalah Tisu iklan yang telah lebih dahulu populer di Jepang dan beberapa negara lain di Asia, bahkan mulai digunakan di UK dan USA. Banyak perusahaan kelas dunia seperti Sony, McDonalds, Virgin, telah menggunakan Pocket Ads untuk promosi mereka.


Radja Tisu: Brosur vs Pocket Ads

Untuk informasi lebih lanjut secara hubungi kami di Radjatisu@gmail.com atau check our website www.radjatisu.com



#marketing #promotion #creativemarketing #creativepromotion #brosur #pocketads #radjatisu #tisupromosi #tissuemarketing